Seperti yang pasti sudah Anda ketahui, ganti oli mesin motor harus dilakukan secara rutin dan berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelumasan mesin motor selalu berjalan dengan optimal, yang berarti kondisi mesin selalu terjaga agar tidak mudah rusak.

Biasanya, penggantian oli mesin perlu dilakukan berdasarkan jarak yang sudah ditempuh kendaraan dalam kilometer. Rata-rata, oli mesin perlu diganti setiap 2.500 hingga 3.000 kilometer, dan kelipatannya. Akan tetapi, angka panduan tersebut biasanya digunakan untuk motor yang digunakan secara normal. Lalu bagaimana dengan motor yang jarang digunakan, ya?

Panduan Ganti Oli untuk Motor Jarang Dipakai

Walaupun motor Anda jarang digunakan, bukan berarti motor tidak butuh perawatan. Justru jika motor terlalu lama disimpan, motor akan lebih gampang rusak dibandingkan motor yang digunakan dan dirawat secara rutin. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki motor yang jarang dipakai, setidaknya panasi mesin kendaraan setiap hari menggunakan kick starter agar beban dinamo starter berkurang. Lalu, biarkan mesin motor menyala 1-2 jam.

Sedangkan untuk penggantian olinya, Anda bisa gunakan acuan waktu, bukannya jarak. Cek kembali buku manual penggunaan motor atau cari informasinya di website resmi perusahaan pabrikan motor Anda. Sebab, selalu ada kemungkinan bahwa ketentuan tentang penggantian oli motor berdasarkan waktu berbeda-beda berdasarkan merek atau pabrikannya. Misalnya setiap 2 atau 4 bulan.

Tips Mengganti Oli Motor

Selain mengganti oli motor secara berkala, Anda juga perlu perhatikan cara mengganti oli agar tidak keliru, apalagi kalau Anda akan mengganti oli sendiri. Berikut ini tips ganti oli yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan semprot lubang oli mesin dengan udara tekanan tinggi. sayangnya, langkah ini biasa dilakukan bengkel karena dianggap bisa mempercepat proses keluarnya pelumas dari mesin. Padahal, anggapan tersebut rupanya salah kaprah.
  • Setiap kali Anda membuka pembuangan oli, selalu ganti ring olinya. Tujuannya adalah untuk memastikan agar tidak akan terjadi kebocoran setelah baut oli dipasang kembali karena ring oli baru tentunya masih kencang dan rapat.
  • Buka baut pembuangan oli hanya jika mesin motor sudah dingin. Apabila Anda membuka baut saat mesin masih dalam kondisi panas atau kendaraan baru saja berhenti, ulir baut akan lebih cepat rusak mengingat material baut ini terbuat dari logam. Artinya, baut masih memuai karena kondisi mesin yang masih panas.
  • Pastikan Anda juga rutin membersihkan filter oli secara teratur – yaitu setiap jarak tempuh 12.000 km dan kelipatannya – agar sisa-sisa kotoran pada mesin terbuang dan tidak akan mengakibatkan risiko masalah untuk mesin dan kendaraan Anda.

Itulah panduan dan penjelasan mengenai penggantian oli mesin untuk motor yang jarang dipakai. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda merawat kendaraan dengan lebih baik, ya!

sumber:

https://www.suzuki.co.id/tips-trik/kapan-ganti-oli-yang-tepat-untuk-motor-yang-jarang-dipakai

https://otomotif.kompas.com/read/2020/01/30/081200715/waktu-ganti-oli-yang-tepat-untuk-motor-yang-jarang-dipakai

 

Leave a comment

Your email address will not be published.